Pages

Oct 31, 2014

Replika Buah Tropis : Manggis

Manggis (Garcinia mangostana) atau Mangosteen adalah sejenis buah dari daerah tropis dan diyakini berasal dari Kepulauan Indonesia. Buah manggis dijuluki sebagai Ratu Buah

Buah Manggis muda memiliki warna hijau dan kulit berubah menjadi berwarna merah keunguan ketika sudah matang. Daging buah Manggis  berwarna putih, juicy (segar dan berair), agak berserat. Buah Manggis yang sudah matang terasa manis namun sedikit asam, sementara buah Manggis muda terasa lebih asam. Manggis Biasanya dikonsumsi dalam keadaan matang dengan membelah kulitnya yang tebal.
source : drtimsjuices.com
Nah itulah sekilas info tentang si Ratu Buah, Manggis. Berikutnya, mari kita segera kembali ke laptop (eh.. Hahah!!). Maksud saya kembali ke judul.

Dengan berbekal pengetahuan di atas dan setelah melakukan beberapa kali percobaan, berhasil juga membuat replika Manggis. Tutorial saya dapatkan secara gratis dari seorang teman crafter yang cantik, manis dan baik hati tentunya, Mbak Anisa Hisbulloh. Setelah diutak-atik, jadilah Manggis seperti ini. 

Berikut ini step by step Manggis flanel versi mbak Anisa Hisbulloh.

Tutorial Manggis Flanel ala Anisa Hibulloh
Tidak jauh beda dengan tutorial di atas. Bedanya terletak di bagian kulit. Supaya tampak lebih realistis, tebal seperti aslinya, saya gunakan 3 lembar kain (1 maroon dan 2 pink fanta).

Selmat mencoba...
Happy Crafting

Oct 30, 2014

Ketika Saya Jadi Montir Kereta (lagi)

Setelah hampir 1,5 tahun berhenti jadi montir dan sibuk menjadi tukang kue dan sesekali jadi tukang kembang, akhirnya saya (harus) kembali jadi montir kereta (lagi).

Sejenak saya harus mengabaikan burger, cupcake ataupun buket bunga. Saya diharuskan kembali berjuang merangkai cerobong, roda, gerbong serta bagian lainnya untuk menjadi sebuah kereta api, Thomas.
Meskipun sudah beberapa kali merangkai kereta api ini, tapi tetap saja dengan tegas saya katakan "ini tidaklah mudah". Sesuatu yang harus dibuat dengan detail sebanyak itu dan serumit itu sungguh pernah membuatku pusing dan rasa penasaran pun ikut menganggu kualitas tidur. Kegagalan demi kegagalan membuatku hampir saja menyerah. Entah berapa banyak bahan yang terbuang selama masa percobaan. Salah sedikit saja, semuanya bisa berantakan, lempar ke "tempat sampah" dan harus diulangi dari awal. Dan beberapa 'kesalahan' itu sengaja tersimpan sebagai bukti sejarah perjuangan.
Parahnya lagi, ketika semua catatan dan hitungan yang pernah saya buat entah tersembunyi dimana. Lagi (dan lagi) saya harus merencanakan ulang, menghitung ulang, dan mencatat ulang. Kali ini saya pastikan semua tercatat dengan rapi dan tentu saja tersimpan di tempat yang aman sampai tiba saatnya dibutuhkan lagi.

Seperti biasa, setelah menyiapkan "rumus" terbaru, lagkah selanjutnya adalah memindahkan pola tersebut ke kain flanel.
Sebagian pola badan Thomas dan gerbongnya
 

Setelah setiap bagian dibuat, seluruhnya disusun secara hati-hati dan tepat. Karena salah sedikit saja bisa merubah bentuk Thomas yang akan dihasilkan. Untuk itu saya memilih mengerjakan gerbongnya terlebih dahulu karena menurut saya bagian gerbong jauh lebih mudah dibandingkan bagian Thomas.


Selanjutnya mulai membuat badan Thomas. Sebetlnya tidak susah merangkai bagian tubuh Thomas, justru yang lumayan susah adalah membuat detail pintu dan jendela si Thomas. Susah karena ukuran Thomas yang akan saya buat hanya berukuran sekitar 10cm.
Dan setelah semua bagian Thomas beserta gerbongnya telah selesai, langkah selanjutnya adalah mernagkai Thomas bergandengan dengan gerbongnya. Saya sengaja membuat Thomas dan kedua gerbongnya bisa dibongkar pasang.
 
Inilah Thomas generasi keenam yang berhasil saya buat dengan beberapa perbaikan dari generasi sebelumnya.. Replika Thomas flanel ini ditujukan untuk hiasan saja. Sangat tidak disarankan untuk menggunakannya sebagai mainan anak-anak.  

Dan sekali lagi saya bersyukur, meski sudah pernah ditenggelamkan oleh burger, masih ada yang melirik Thomas saya ini. 

Sampai detik ini, saya masih punya PR mencari cara supaya permbuatan Thomas ini lebih sederhana, lebih singkat dan lebih ekonomis.

Salam kreatif,

Oct 20, 2014

Up, Up and Away | Wall Decors


Yeaay.... Akhirnya saya berhasil juga meluangkan waktu untuk belajar membuat hiasan dinding sederhana.

Satu hal yang belakangan ini  mengusik ketenangan saya adalah kreasi Embroidery Hoop Art. Kalau saya mendeskripsikan Embroidery Hoop Art adalah sebuah bidangan sulam yang diberi kain atau elemen artistik yang terpasang secara permanen untuk keperluan dekorasi.  Gambar atau elemen yang dibuat di atas kain bisa bermacam-macam tema sesuai imajinasi. Bisa  berupa sulaman atau sekedar menempel gambar lain.

Plastic Embroidery Hoop 
Bidangan sulam yang sudah dipasangi kain flanel

Saya membuat Hoop Art perdana saya menggunakan bidangan sulam dari bahan plastik karena warnanya yang bervariasi. BIdangan yang saya gunakan dengan ukuran diameter ± 13cm. Hiasan yang akan saya buat dengan tema "terbang tinggi di angkasa". Teknik yang saya gunakan sangatlah sederhana, hanya menggunting dan menempel. Saya membuat beberapa objek gambar dari kain flanel lalu ditempelkan ke kain dengan cara dijahit tangan.
Dan sesuai dengan tema, warna dasar kain yang saya gunakan adalah biru muda. Saya menggunakan kain flanel. Sebenarnya bisa saja menggunakan jenis kain yang lain, namun saya belum mencobanya.

Lalu saya menggambar beberapa awan dan balon udara. Up... Up and away....
dan siap dipasang di dinding dan siap menghiasi ruangan rumah.