Pages

Mar 31, 2014

Rubik's Cube Box (part 2)

Hai hai... Jumpa lagi dengan kreasi flanel ya.. Rubik's Cube versi 2. Memang ini bukan 100% baru, ini hanya modifikasi versi lama. Versi pertama hanyalah sebuah box.  Lihat postingan sebelumnya di Rubik's Cube Box (part 1) 
Seperti halnya versi 1, saya siapkan dulu sebuah box berbentuk kubus. Bedanya, di bagian tutup saya beri lubang. Langkah selanjutnya masih tetap sama, box dihias menggunakan kain flanel.
Untuk membuat box Rubik's, saya lebih menyukai menggunakan box berbahan karton tebal yang saya buat sendiri.. Memang membutuhkan waktu lebih lama jika dibandingkan menggunakan box plastik yang banyak dijual dipasaran. Keuntungan dari box karton adalah kita bebas menentukan ukuran yang kita inginkan. Tetapi jika menggunakan box plastik ada kendala mengenai bentuknya. Agak susah mencari box plastik yang bentuknya benar-benar kubus (dengan ukuran ke enam sisinya sama).. 
Nah, karena ukuran box yang saya buat lumayan tinggi (± 12cm) maka box bisa dipakai untuk menyimpan tisu persegi ataupun tisu gulung. 

Mar 28, 2014

Rubik's Cube Box (part 1)

Rubik's Cube adalah sebuah puzzle 3D yang pertama kali ditemukan oleh seorang pematung dan profesor arsitektur berasal dari Hungaria, Erno Rubik. Rubik's Cube memiliki 6 sisi persegi dimana masing-masing sisi tersebut terdapat 9 stiker persegi. Warna stiker tersbut adalh putih, merah, biru, hijau, kuning dan oranye.
Oke, hari ini saya tidak akan membahas bagaimana cara supaya puzzle si Rubik's Cube bisa dipecahkan dengan tapat dan cepat. Saya akan membahas tentang box yang saya buat dengan bentuk seperti Rubik's Cube.

Sebagaimana diketahui, Rubik's Cube berbentuk kubus. Jadi saya siapkan sebuah box berbentuk kubus dengan ukuran 12x12x12 cm dan dilapisi dengan kain flanel warna hitam. Saya menyiapkan 'stiker' berbentuk persegi dengan warna putih, merah, biru, hijau, kuning dan ungu (sebagai pengganti warna oranye), masing-masing sebanyak 9 buah.
Di dalam model Rubik's Cube, warna putih disusun berlawanan arah dengan warna kuning. Warna biru berlawanan dengan warna hijau dan warna merah berlawanan dengan warna oranye. Sementara susuan warna merah, putih dan biru mengikuti arah jarum jam.

Rubik's Cube yang saya buat ini adalah versi acak. Dan untuk pertama kalinya, belum sesuai dengan kaidah aslinya. Saya mulai menempelkan tiap stiker warna tersebut menggunakan lem.
Setelah semua stiker warna terpasang secara acak mengikuti kaidah Rubik's Cube yang asli, hasilnya akan seperti ini.
Rubik's Cube Box dalam posisi terbuka

Rubik's Cube versi ini saya pastikan benar-benar mirip aslinya. Jadi seolah-olah jika box-nya bisa diputar, rasanya seperti sedang bermain memecahkan puzzle-nya. Tetapi saya ataupun anda tidak perlu pusing menyelesaikan puzzle ini. Biarkanlah mereka tetap seperti itu, aneka warna di setiap sisinya.


Anda tertarik memilikinya? 

Jan 13, 2014

Skipper | Penguins of Madagascar

Serial kartun Penguins of Madagascar merupakan salah satu kartun favorit. Bercerita tentang 4 pinguin lucu dan cerdas yang tiggal di kebun binatang Central Park, New York. Masing-masing bernama Skipper, Rico, Kowalski dan Private. Mereka tinggal bersama Lemur, Berang-berang, Monyet, Gajah dan hewan lainnya. Sepertinya dari anak-anak sampai dewasa menggemari kartun ini.


Sewaktu saya masih menjadi aktivis game online di FB bersama kedua orang teman saya (Reni dan Vidya),  karena satu dan lain hal, kami menggunakan nama-nama samaran. Dan nama-nama pinguin tersebut menjadi inspirasi sebagai nama samaran saat kami dalam setiap 'misi'. Reni sebagai Skipper, Vidya sebagai Kowalski, dan saya sendiri sebagai Rico.    Hehe.. Cukup cerita tentang kami dan kegilaan saat muda ya..

Kembali ke soal pinguin, Reni meminta saya membuatkan boneka mini.  Pinguin. Saya pikir akan mudah membuat pinguin, toh banyak cntekan gratis. Tetapi ternyata pinguin yang diminta bukan pinguin biasa, dia meminta boneka Skipper. Ya, permintaannya benar-benar bukan sembarangan karena Skipper yang sangat jarang sekali (dan hampir tidak ada) pola atau tutorialnya.



Baiklah, karena sebuah permintaan harusnya dikabulkan, saya pun mengambil tantangan ini meski saya harus 'bertapa' berhari-hari.

Seperti biasa, ritual pertama adalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari obyek yang akan di buat. Saya mengumpulkan banyak gambar Skipper dalam berbagai pose. Saya juga mencari gambar acuan lain, boneka Skipper. Kebetulan, saya sudah memiliki 2 macam tutorial boneka pinguin (pinguin biasa). Saya mulai melakukan 'persilangan' menggunakan modal tersebut.

  


Bagian Kepala
Kepala bagian atas berbentuk agak sedikit datar. Jadi saya membagi kepala Skipper menjadi 2 bagian utama. Bagian depan (muka) dan bagian tengah kepala (yang membentuk efek flat).

Bagian Badan
Badan Skipper saya bagi menjadi 2 bagian utama. Pertama, bagian depan (perut) saya bagi lagi menjadi 2 bagian untuk membentuk efek gendut. Kedua, bagian samping (badan berwana hitam) kiri dan kanan.

Bagian Sayap, Kaki dan Paruh
Sayap sengaja saya pisah dari pola badan, karena lebih mudah membuatnya. Bagian kaki dan paruh hanya ditempel pada langkah terakhir. Untuk bagian mata, saya memilih menggunakan mata kocak.

Skipper #1, #2, dan #3 berakhir di tempat sampah. Skipper #4 sudah cukup bagus, namun kurang sedikit gendut. Dan Skipper #5 adalah hasil perbaikan dari Skipper #4.
Skipper #5
Skipper percobaan ke 4
Kanan : Skipper #4 - Kiri Skipper #5
Ternyata pola Skipper versi saya banyak sekali potongan-potongannya. Sehingga sulit jika ingin membuatnya dalam ukuran kecil. Dengan ukuran tinggi 10cm saja, saya sedikit kerepotan. Jadi alangkah baiknya diterapkan untuk membuat Skipper versi besar saja.
Nah! Just smile and wave boys, smile and wave.