Pages

Mar 15, 2016

Seribu Bunga Untuk Fenny

Judulnya agak 'seram', ya. 1000 bunga, pasti terbayang bunga sebanyak itu untuk apa? Mandi kembang tengah malam? Tentu saja NO..!!

"Seribu Bunga" saya pilih untuk menggambarkan proyek dadakan (dan nekad) yang saya terima sekitar pertengahan Desember tahun lalu. Ya, sebenarnya angka 1000 kurang tepat, tapi cukup untuk mewakili ribuan kuntum bunga  flanel yang akan dirangkai menjadi 125 buket bunga. Nah, bisa dibayangkan capeknya, kan? 

Bunga sebanyak itu tidaklah mungkin sanggup saya kerjakan dengan kedua tangan saya dan harus selesai dalam waktu kurang dari 90 hari. Dengan kekuatan super dan full speed sekalipun tidak akan pernah bisa selesai tepat waktu. Saya sangat jarang (hampir tidak pernah) meminta bantuan asisten. Kondisi yang sangat mendesak, waktu yang terbatas dan Ibu saya sedang sakit, menjadi alasan Saya meminta bantuan tangan kedua, ketiga dan keempat. Ya. Ini proyek bersama...
Carnation - Matahari - "Gapit"
Lalu bunga apa saja yang harus dibuat? Ada bunga sejuta umat, bunga Mawar (merah dan pink), bunga Matahari, bunga Carnation dan sisanya Bunga "Gapit". Bunga yang terakhir saya sebutkan merupakan bunga fantasi, tidak ada wujud bunga aslinya. Kenapa namanya "Gapit"? Karena bentuknya hampir menyerupai cemilan ringan dengan rasa manis gurih bernama "Gapit". (Terbukti makanan memang memiliki kekuatan ajaib peyumbang ide dan mengarang itu indah. Haha..)
Persiapan pembuatan Bunga Matahari 
Proses pembuatan bunga flanel memang terlihat gampang, hanya seputar menggunting, menjahit/menempel, selesai. Lain cerita kalau harus menggunting kain lebih dari 40 Meter. Potongan kain yang manghasilkan  debu sangat kecil yang tanpa kita sadari atau kita rasakan membuat hidung bersin dan pernafasan terganggu, jika dilakukan tanpa memakai masker. Ditambah lagi 'kecelakaan' kecil seperti tertusuk jarum atau terkena lelehan lem panas. Punggung dan leher tidak kalah menderita saat harus berjam-jam diajak kerja. Sungguh ini perkerjaan ringan penuh resiko, tetapi kadang dianggap sepele dan sering tidak dihargai dengan harga setimpal. 😞
Sisa potongan kain flanel
Tidak ada yang sulit ketika sudah melewati proses pemotongan pola. Pembentukan bunga jauh lebih sederhana jika dibandingkan dengan menggerak kan gunting mengikuti pola yang ada. Penggabungan kelopak bunga menjadi satu bunga utuh bisa dilakukan dengan cara jahit ataupun lem, sesuai bentuk bunganya. Lumayan menguras tenaga untuk menghasilkan 800 Carnation, 800 Gapit, 750 Matahari dan kurang lebih 3000 Mawar. 
Bunga Matahari
Proses merangkai bunga menjadi sebuah rangkaian  bunga jauh lebih mudah dibanding merangkai kelopak menjadi sebuah  bunga. Dalam proyek ini, tidaklah terlalu pusing karena bunga cukup ditempel menggunakan hot glue, membulat mengikuti bagian tutup tempat tisu. 
Bunga Carnation selesai dirangkai
Bunga Mawar selesai dirangkai
Proses terakhir, bagian penting yang terkadang suka dilupakan/diabaikan karena faktor minimnya waktu adalah finishing dan quality control. Setelah proses produksi selesai dan sebelum produk dilepas ke konsumen, harus dilakukan proses pengecekan ulang dari tiap produk. Pastikan tidak ada sisa lem panas yamg belepotan dan pastikan semua bagian telah tersusun dengan tepat di tempatnya.
Quality Control
Dan buket bunga flanel (tempat tisu hias) selesai... Seperti ini hasilnya.. Mirip taman bunga, kan?



Alhamdulillah.. proyek "Seribu Bunga Untuk Fenny" berhasil kami selesaikan tepat waktu, tepatnya lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Terima kasih untuk tim yang hebat (Akta, Maya dan Emy)

Teruntuk Fenny dan Chandra, selamat menempuh hidup baru. Semoga bunga-bunga kami dapat selalu mewakili kebahagiaan, keceriaan dan semangat kalian berdua..


Mar 13, 2016

INACRAFT 2016 (bagian 1)

Hai..
Pernah dengar INACRAFT..?? Mungkin sebagian sudah ada yang tahu. Bagi yang belum tahu, tenang, saya akan berbagi sedikit cerita dan pengalaman saya. Mari kita sama-sama belajar.

INACRAFT The Biggest and Most Complete Exhibition of Gifts and Housewares adalah pameran kerajinan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan setahun sekali di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

INACRAFT biasanya diikuti oleh pengrajin atau pengusaha kerajinan, dari skala kecil sampai besar, dari brand yang baru merintis sampai brand terkenal dari seluruh Nusantara. Produk yang ditawarkan pun beragam. Dari aksesoris, busana, dekorasi interior dan eksterior, aneka macam suvenir bahkan mainan. Bahan yang digunakan pun tidak kalah bervariasi, seperti kayu, batu, kain, serat, logam dan lainnya.

Untuk bergabung dalam event ini, anda bisa mandiri sebagai pengusaha/pengrajin ataupun berkolaborasi dengan pengusaha/pengrajin lain, atau melalui mitra binaan suatu instansi/asosiasi. Jadi anda tidak usah takut jika tidak punya modal selangit pun masih bisa ikut berpartisipasi dalam event ini. 

Melalui event ini diharapkan kualitas handicraft Indonesia akan meningkat sekalogus mengembangkan produk industri handicraft dalam rangka  menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Produk handicraft terbukti memiliki daya tarik luar biasa terhadap masyarakat dan kosumen dari dalam negeri maupun luar negeri. 

INACRAFT dimanfaatkan oleh para pengusaha/pengrajin sebagai ajang promosi produk mereka serta sebagai bahan pembelajaran untuk mengembangkan usaha. Bagi pengunjung, event ini dimanfaatkan untuk ajang belanja produk-produk unik berkualitas dan sumber insipirasi bagi mereka yang ingin terjun di dunia kerajinan.

Tahun ini merupakan pameran ke 18 dan akan berlangsung tanggal 20-24 April 2016 mendatang. INACRAFT 2016 mengusung tema kekayaan warisan budaya Indonesia Bagian Barat, yakni Sumatera Barat.

Bersambung....
INACRAFT 2016 (bagian 2)

Oct 20, 2015

Felt Hoop Art : Winter and Summer | Full Jahit

Hai...
Masih ingatkah tentang Felt Hoop Art? 
Oke, saya ingatkan kembali apa dan bagaimana Felt Hoop Art.

Felt Hoop Art adalah kreasi menggunakan embroidery hoop atau bidangam sulam yang dipasangi kaim flanel dan/atau elemen artistik lain kemudian digantung di dinding atau pintu untuk tujuan dekorasi. Gambar atau elemen ditambahkan di atas kain flanel dengan cara dijahit tangan ataupun dilem. Design bisa bermacam-macam, sesuai selera. 

Nah, kali ini saya akan menunjukkan kreasi Hoop Art. Design memang tidaklah 100% baru. Beberapa waktu lalubsaya sudah pernah membuat hoop art dengan tema seperti ini. Lalu apa bedanya?

Setiap karya yang saya buat, sebisa mungkin harus ada perubahan dan peningkatan. Entah itu modifikasi design ataupun modifikasi proses. Kesempatan ini saya memilih mengubah proses, sedangkan untuk design tidak banyak berubah.

Di karya sebelumnya, untuk menempelkan elemen lain di atas kain flanel menggunakan cara paling sederhana dan super cepat, yaitu menggunakan lem. Sekarang, keseluruhan elemen saya tempelkan dengan jahit manual, jahit tangan. Hasilnya? Jauh lebih memuaskan daripada versi lem. Elemen gambar terlihat "hidup". Soal waktu, memang jauh lebih lama. Silahkan perhatikan gambar di bawah ini. 
Felt Hoop Art versi jahit
Felt Hoop Art versi lem
Perhatikan, Snowman versi jahit terlihat lebih rapi, lebih berisi, terlihat sedikit gembul meskipun tanpa isian. Snowman versi lem terlihat flat, biasa saja.

Di bawah ini versi lain dari Hoop Art bertemakan balon udara, 100% jahit tangan. Tidak ada perubahan teknik/proses, sedangkan design dibuat sedikit berbeda dari versi sebelumnya.
Felt Hoop Art versi lama
Felt Hoop Art versi baru
Nah, sudah tahu bedanya kan? Antara versi full jahit dan full lem. Memang ini soal selera, tetapi soal kualitas saya lebih memilih versi full jahit.
Bagaimana dengan Anda??
Atau tidak sempat membuat sendiri? Silahkan hubungi saya. Dengan senang hati saya akan bantu.

Happy Crafting...!!!