Pages

Sep 11, 2016

Have a Nice Daisy

Sudah cukup lama saya ingin membuat bunga Daisy di pot atau vas. Beberapa kali mencoba membuat Daisy, belum ketemu hasil yang pas! Ya sudah, akhirnya cuma tersimpan di penampungan. Haha!

Kali ini, energi dan konsentrasi saya kumpulkan demi 1 pot bunga Daisy. Rasa penasaran dan kepercayaan salah seorang teman (baca : dia mau bayar Daisy buatan saya) membuat saya harus menyelesaikan tantangan ini. 

Oke, tetap abaikan sisi matre saya. Fokus saja pada bunga Daisy yang sudah berhasil saya buat. Kombinasi warna cerah, orange dan kuning menjadi pilihan Anna (teman saya). Semula saya ragu, bagaimana nanti hasilnya. Tapi ah ya sudahlah, kalau tidak dicoba, tidak akan tahu hasilnya seperti apa.

* Note : Tutorial dasar saya coba mengikuti link di bawah ini. Silahkan dicoba juga.

Saya pilih pot ayaman sebagai wadah. Dengan beberapa modifikasi, jadilah Gerbera Daisy versi saya. Sebanyak 9 tangkai bunga Gerbera Daisy tertata rapi di dalam pot. Ah, tak lupa ditambah beberapa daun untuk mempercantik, ya.


"Hasilnya luar biasa! Keren!"
** Ini komentar dari Anna dan beberapa orang yang melihatnya ***

Alhamdulillah, memang tidak ada pekerjaan yang sia-sia kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Kalau kata saya, ini cuma sebuah awal, masih jauh perjalanan. Belajar dan belajar lagi demi mendapat hasil yang lebih baik (karena tidak ada buatan tangan manusia yang sempurna).

What's next? Ada yang mau memberi saya tantangan? Silahkan..

Ah, iya. Mumpung ingat (numpang iklan), bagi yang punya account Instagram, mari lah ke mari hei.. follow @guavahandicraft untuk mendapat update seluruh karya terbaru saya atau khusus untuk melihat bunga-bunga cantik dari flanel.  Silahkan dinikmati apa yang ada di sana , boleh dijadikan sumber inspirasi tapi DILARANG KERAS mengambil gambar tanpa ijin untuk tujuan komersil!!
Atau barangkali ada yang ingin membuat rekening saya padat berisi, silahkan kontak saya. haha!

See.. ya.. Have a nice Daisy... !!

Jul 17, 2016

Felt Succulent

Saya sebenarnya adalah penggemar tanaman hijau untuk penghias rumah. Tetapi sejujurnya, saya seringkali tidak punya banyak waktu untuk memberikan perawatan secara maksimal. Bahkan ritual yang tidak boleh terlewatkan, menyiram, terkadang hampir terlewatkan. Parahnya, tanaman yang seharusnya hijau segar, tidak lagi hijau, berubah menjadi kuning, coklat lalu mati. Ah, tolong jangan ditiru kelakuan buruk saya ini. 

Mungkin beberapa orang yang memiliki kelakuan buruk seperti saya dan tetap ngotot ingin menghias rumah dengan tanaman hijau, akan memilih menggant tanaman hidup dengan tanaman imitasi. Alasan klasik, tanaman imitasi (plastik, clay, dll) tidak perlu perlakuan khusus seperti tanaman hidup. Tidak butuh air, tidak butuh pupuk, dan hanya perlu sesekali dibersihkan dari debu.

Nah, sebenarnya saya juga tertarik menggunakan trik ini. Tapi sejujurnya, saya malas untuk membelinya. Haha! Kenapa saya tidak membuatnya sendiri? Lebih bebas menentukan bentuk, warna dan ukuran sesuai keinginan dan kebutuhan. Bahannya masih tetap, flanel. Yah, sekalian promosi, siapa tahu ada tamu, teman atau siapapun yang membaca tulisan ini juga berminat. Bolehlah nanti kontak WhatsApp saya. Haha...


Sudah sering saya membuat bunga palsu, Mawar, Matahari, Carnation dan banyak lagi yang mungkin belum sempat saya ceritakan di sini. Kesempatan kali ini saya lebih memilih membuat Succulent. Tahu Succulent, kan?

Succulent (dalam Bahasa Inggris) atau tanaman sukulen adalah kelompok tanaman yang sanggup menyimpan cadangan makanan atau air di dalam tubuhnya sebagai cadangan. Ada banyak tipe sukulen, salah satunya adalah Kaktus. Hampir semua jenis Kaktus adalah sukulen tetapi tidak semua sukulen adalah Kaktus.

http://www.proplants.com/guide/succulents-plant-care-guide
Sukulen dari flanel sudah banyak dibuat dan dijual untuk keperluan dekorasi rumah. Bentuk, ukuran dan wadah yang digunakan juga bermacam. Ada yang diletakkan di atas meja, ada pula yang digantung.

Pertama kali membuat sukulen imitasi, tidak terlalu sulit. Banyak sekali tutorial di internet. Banyak juga contoh sukulen hidup atau imitasi yang  bisa dijadikan acuan. Ini sukulen flanel versi saya. Jujur saja, belum terlalu bagus dan masih butuh banyak perbaikan. Harap dimaklumi.



Tanaman sukulen hidup untuk keperluan dekorasi indoor biasanya di letakkan dalam wadah yang unik. Misalnya pot tidak beraturan yang terbuat dari kayu, ember kecil, cangkir, toples dan banyak lagi. Warna wadahnya pun dibuat seunik mungkin, sesuai selera kita.

http://www.sowanddipity.com/succulent-planters/
Bagaimana dengan sukulen buatan saya? Tentu saja wadahnya juga harus cantik dan unik. Saya memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, bahan yang gampang dicari dan tidak perlu beli. Pot dibuat dari paper core (selongsong) lakban. Bagian luar dihiasi dengan ranting pohon kering. Kebetulan di ada banyak ranting kering dari pohon Belimbing di samping rumah. Dibersihkan, dipotong, ditempel. Jadilah pot cantik!

Hasil akhirnya seperti ini. Sukulen dari flanel dengan bentuk paling sederhana dan pot yang juga sederhana tapi menghasilkan karya yang luar biasa karena dibuat dengan penuh cinta. Haha! Cocok untuk menghiasi meja ruang tamu, meja belajar atau apapun itu untuk mempercantik rumah. Kesempatan selanjutnya saya akan mencoba membuat versi vertical garden yang digantung di dinding.


Bagaimana? So cute, isn't it? Tertarik? Ayo buat sendiri. Males? Silahkan hubungi saya, pasti akan saya bantu sekuat tenaga. Hehe..

Sekian, nantikan percobaan lainnya.
Semoga menginspirasi...

May 10, 2016

Replika Buah dan Sayur

Sudah lama saya tidak "panen"  buah atau sayuran. Sejak Desember tahun lalu saya sibuk mengurus bunga, bunga dan bunga. 😘

Terlalu lama bermain dengan  bunga, tidak serta merta membuat saya lupa bagaimana  cara membuat buah dan sayur dari flanel. Tetapi karena ada beberapa buah dan sayur yang belum sempat saya buat, jadi lumayan memaksa otak untuk sedikit mikir. 😂

Buah dan sayur request teman kuliah untuk pajangan rumah.  Rasanya tidak  bisa menolak (duit) teman sendiri (karena matre haha!), memaksa saya membongkar tumpukan kertas untuk membuat pola baru. Jangan tanyakan di mana saya simpan pola yang pernah saya buat, dijamin saya tidak ingat atau parahnya mungkin sudah saya buang di tempat sampah.


Baiklah, saatnya trial and error untuk ke sekian kalinya. Oh ya, tulisan ini tidak membahas proses trial dan error yang saya lakukan kemarin atau membagi tutorial versi saya (tidak ada waktu dan asisten untuk membantu mengabadikan setiap step prosesnya). Tetapi jangan kuatir, di tulisan kali ini akan saya bantu memberikan tautan yang membahas tutorial buah dan sayur dari berbagai sumber. Boleh dicoba ya..

1. Apel
Semua orang kenal Apel. Ada yang merah, ada yang hijau ada pula yang pink!! Saya pribadi lebih suka Apel merah yang masih segar, utuh dan mulus (tidak ada bekas gigitan). Dari sekian banyak pola dan tutorial yang disebar di internet, tidak ada satupun yang cocok dengan saya inginkan. Tetapi ada 1 tutorial Apel utuh yang lumayan bagus dan mudah dipahami.


Di tautan tersebut memang membahas Apple Pincushion dari kain katun, tetapi bisa diterapkan untuk membuat Apel flanel.

2. Jeruk Mandarin
Jeruk adalah  buah yang paling gampang dibuat (menurut saya). Karena hanya membutuhkan 1 potongan pola, lingkaran utuh. Sebagai catatan dari saya, untuk membuat Jeruk dengan ukuran diameter kurang lebih 6 cm dibutuhkan kain dengan diameter 14 cm. Ukuran ini opsional ya, saya lebih suka pola lebih besar supaya mudah. Kain yang berbentuk lingkaran tersebut kemudian dikerut di bagian pinggir dan diisi dakron secukupnya.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat tutorial yang dibuat oleh Mbak Novi di sini


3. Manggis
Nah, kalau buah yang satu ini sudah pernah saya bahas sebelumnya. Ada tutorialnya dari mbak cantik Siti Anisa (Anisa Hisbulloh) yang dibagikan secara cuma-cuma. Bisa lihat di sini 

4. Pisang
Buah Pisang pernah saya buat sebelimnya, tapi belum sempat saya publikasikan di sini. Buah pisang versi pertama yang saya buata adalah jenis Pisang Emas. Tetapi kali ini saya membuat versi Pisang Ambon saja, lebih besar dan tidak ribet. 😂
Tutorial membuat pisang bisa dilihat di sini ya..

5. Anggur
Ini buah kecil-kecil tapi lumayan lama proses pembuatannya. Saya haruas membuat bulatan kecil sebanyak mungkin (akhirnya saya cukupkan membuat sekitar 17 bulatan saja). Semakin banyak bulatan Anggur yang dirangkai, semakin besar pula hasilnya. Cek link di bawah ini untuk melihat tutorial.

6. Cherry
Buah Cherry juga buah yang gampang dibuat replikanya. Caranya mirip seperti membuat Jeruk dengan tambahan tangkai yang lebih panjang

7. Belimbing
Sebelumnya saya sudah pernah mencoba membuat Belimbing mini. Hasilnya gendut! Salah potong pola. Tapi kali ini hasilnya lebih cantik, lebih segar dan realistis. Tautan untuk tutorial membaut Belimbing utuh ada di sini
8. Jagung 
Dari sekian sayuran, Jagung adalah favorit saya. Meskipun prosesnya lumayan lama dan membuat tangan terasa panas karena menarik benang. Sebelumnya sudah saya bahas dan bagikan tautannya. Silahkan cek di sini, ya

9. Wortel dan Lobak Putih
Bentuk fisik mirip, cuma warna yang berbeda. Jadi saya anggap sama 😂 
Tutorial ada di tautan di bawah ini

10. Terong Ungu dan Labu Putih
Terong adalah sayuran favorit lainnya selain Jagung. Rasanya enak (apalagi kalau dimakan dengan sambal terasi. haha!!) dan warnanya juga cantik. 😉
Tutorial berbahasa Indonesia ada di bawah ini ya..

Nah, itulah beberapa link tutorial yang bisa saya bagi. Oh, ya.. Saya tidak menggunakan semua tutorial di atas, hanya beberapa dan tidak 100% saya ikuti caranya dari awal sampai akhir. Saya lebih sering menggabungkan 2-3 tutorial gratisan dengan sedikit otak-atik sesuai keinginan dan kebutuhan saya.

Sekian, selamat berkarya..